Literasi Dalam Wajah Pendidikan
Tahapan
1. Analisis Tema : Literasi👉Sekolah👉Sastra👉Membaca
Kata kunci : Luaran apa?
👉Mendorong Anak Membaca Buku yang berisi Budi Pekerti dan Sejarah Indonesia melalui Bacaan Digital.
2. Observasi Data
Mengapa kegiatan Literasi menjadi sangat penting? Hasil studi The Organisation for Economic Cooperative and Development( OECD ) Melalui program PISA nya menunjukkan kemampuan siswa Indonesia dalam bidang Literasi masih tertinggal dari Negara lain, berada pada ranking 61 pada 2012. Hanya 1,5 % siswa Indonesia yang mencapai level penjenjangan program PISA.
Artinya, hanya 1,5% Siswa Indonesia yang mempunyai kemampuan menjawab soal yang perlu pemikiran, sisanya pada peringkat kemampuan menjawab soal hafalan. Siswa Indonesia lebih mampu menghafal dari pada berpikir. Selain itu, minat membaca bangsa ini sangat rendah, dalam bahasa Taufik Ismail, kondisi itu digambarkan sebagai tragedi dengan sebutan tragedi nol buku untuk siswa Indonesia.
Apalagi, membaca itu dijadikan kegiatan wajib. Persoalannya, buku apa yang wajib dibaca? Apa indikator siswa sudah membaca? Apa hasil dari membaca? Apalagi, buku apa yang boleh dibaca selain buku pelajaran?
Kasus hebohnya buku kelas VII, Bahasa Indonesia yang memuat cerpen "Gerhana" untuk kurikulum 2013 menjadi contoh betapa kosa-kata yang layak dipahami seusia siswa SD-SMA masih dipersoalkan. Untuk menetapkan buku-buku yang dibaca, harus ditetapkan dulu tujuan kewajiban itu.
Literasi Sekolah hendaknya ditujukan sebagai ikhtiar pembentukan Budi Pekerti Siswa melalui membaca dan menulis.
Nah...buku bagus yaitu yang menginspirasi siswa agar memiliki Budi Pekerti yang baik. Untuk menumbuhkan semangat cinta Tanah Air bisa disiapkan buku bacaan misalnya : Sejarah Bahasa Indonesia, Sejarah Bendera Merah Putih, Sejarah lagu kebangsaan "Indonesia Raya" , Sejarah penciptaan Lambang Negara.
Untuk menggairahkan kegiatan Literasi Sekolah bisa melalui lomba antar kelas, antar Sekolah, Kabupaten, Provinsi, sampai Nasional. Bisa berupa lomba Majalah dinding yang memuat teks ciptaan Siswa dari hasil membaca debat karakter Tokoh.
Bahan bacaan yang Digital bermanfaat untuk mengefisienkan pemakaian ruang bacaan di Sekolah. Peserta didik bisa mendapatkan Bacaan-bacaan yang bermanfaat, tidak harus keperpustakaan ataupun membeli buku di Toko buku, cukup kita membuka perangkat elektronik melalui telepon genggam yang kita miliki, dan juga tinggal Sekolah menyediakan Fasilitas Internet memadai.
Semangat lah y mak beti
BalasHapus